Selasa, 02 Juli 2013

Cara Penyampaian SPT Tahunan


Tahunan secara kolektif setelah tanggal 10 Maret 2013, maka tidak akan dilayani secara kolektif.
Bagaimana cara penyampaian SPT Tahunan dengan kriteria tertentu?
Untuk SPT Tahunan dengan kriteria tertentu sebagai berikut :
1. SPT Tahunan dengan status Lebih Bayar;
2. SPT Tahunan dengan status Pembetulan;
3. SPT Tahunan yang disampaikan lewat waktu; atau
4. SPT Tahunan dalam bentuk e-SPT,
dapat disampaikan secara langsung ke KPP tempat Wajib Pajak terdaftar atau melalui pos, jasa ekspedisi atau jasa kurir ke alamat KPP tempat Wajib Pajak terdaftar atau melalui e-filing.

Bagaimanakah ketentuan terkait penyampaian SPT Tahunan Pembetulan?
Wajib Pajak dapat melakukan pembetulan SPT Tahunan apabila terdapat kekeliruan dalam pengisian SPT Tahunan dengan memperhatikan hal-hal berikut:

  1. SPT Pembetulan disampaikan sebelum DJP melakukan tindakan pemeriksaan;
  2. Dalam hal SPT Pembetulan berstatus RUGI atau LEBIH BAYAR, SPT tersebut harus disampaikan paling lama 2 (dua) tahun sebelum daluwarsa penetapan;
  3. Wajib Pajak dapat melakukan pembetulan SPT Tahunan dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan setelah menerima Surat Ketetapan Pajak (SKP), Surat Keputusan (SK) Keberatan, SK Pembetulan, Putusan Banding atau Putusan Peninjauan Kembali yang menyatakan RUGI FISKAL yang berbeda dengan RUGI FISKAL yang telah dikompensasikan dalam SPT yang akan dibetulkan, dengan syarat DJP belum melakukan tindakan pemeriksaan.

Hal-hal apa sajakah yang menyebabkan SPT Tahunan dianggap tidak disampaikan?
SPT Tahunan dianggap tidak disampaikan apabila :

  1. SPT Tahunan tidak ditandatangani;
  2. SPT Tahunan tidak sepenuhnya dilampiri keterangan dan/atau dokumen yang dipersyaratkan;
  3. SPT Tahunan yang menyatakan Lebih Bayar disampaikan setelah 3 (tiga) tahun sesudah berakhirnya bagian Tahun Pajak atau Tahun Pajak, dan Wajib Pajak telah ditegur secara tertulis; atau
  4. SPT Tahunan disampaikan setelah DJP melakukan pemeriksaan atau menerbitkan Surat Ketetapan Pajak.

Dalam hal SPT Tahunan seperti pada nomor 1 dan/atau 2, Wajib Pajak diberikan surat permintaan kelengkapan SPT terlebih dahulu. Apabila dalam jangka waktu 30 hari sejak diterimanya surat terebut Wajib Pajak tidak merespon, maka Wajib Pajak akan diberikan surat pemberitahuan SPT dianggap tidak disampaikan.

Hal-hal yang perlu diketahui :

  1. Pergunakan formulir SPT Tahunan sesuai ketentuan yang berlaku;
  2. Dapatkan formulir SPT di KPP atau KP2KP terdekat, tempat-tempat lain yang disediakan seperti Pojok Pajak, Mobil Pajak atau dapat diunduh langsung melalui situs resmi DJP di alamat www.pajak.go.id dalam format PDF Isian;
  3. Pastikan SPT Anda sudah diisi dengan lengkap, benar dan jelas dan telah ditandatangani;
  4. Periksa kelengkapan dokumen dan lampiran yang dipersyaratkan;
  5. Demi kenyamanan Anda, sampaikanlah SPT Tahunan dengan segera tanpa menunggu batas akhir waktu penyampaian.

Apa dasar hukum terkait tata cara penyampaian SPT Tahunan?
Salah satu dasar hukum terkait penyampaian SPT Tahunan adalah Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-26/PJ/2012 tentang Tata Cara Penerimaan dan Pengolahan Surat Pemberitahuan Tahunan.

Bagaimana cara untuk menyampaikan SPT Tahunan?
Ada 3 (tiga) cara mudah, yaitu:
1. Secara Langsung
Anda dapat menyampaikan SPT Tahunan secara langsung melalui :
a. KPP dan KP2KP terdekat;
b. Pojok Pajak;
c. Mobil Pajak; atau
d. Drop Box di tempat publik (perkantoran, pusat bisnis, pertokoan dan lainnya).

2.  Melalui Pos, Jasa Ekspedisi atau Jasa Kurir
Anda dapat mengirimkan SPT Tahunan ke KPP tempat Anda terdaftar melalui pos, jasa ekspedisi atau jasa kurir yang dapat memberikan tanda bukti pengiriman surat.

3.  Secara Elektronik (e-_ling)
Penyampaian SPT Tahunan melalui e-_ling dapat menggunakan:

  • Layanan e-_ling yang disediakan oleh situs resmi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) di alamat www.pajak.go.id, khusus bagi Wajib Pajak Orang Pribadi yang penyampaian SPT Tahunannya menggunakan formulir SPT Tahunan Orang Pribadi 1770 S dan 1770 SS; Atau
  • Layanan e-_ling yang disediakan oleh Penyedia Jasa Aplikasi (ASP) yang telah ditunjuk dengan Keputusan Direktur Jenderal Pajak, untuk semua jenis SPT Tahunan.

Apakah Wajib Pajak dapat menyampaikan SPT Tahunan secara kolektif?
Ya, Wajib Pajak dapat menyampaikan SPT Tahunan secara kolektif dengan memperhatikan hal sebagai berikut:

  1. untuk memberikan keleluasaan waktu bagi Wajib Pajak dalam melengkapi persyaratan SPT Tahunan dalam hal dinyatakan SPT kurang lengkap, WP akan dilayani sampai dengan tanggal 10 Maret;
  2. layanan kolektif yang diberikan kepada Wajib Pajak dapat berupa penerimaan SPT di lokasi pemberi kerja atau pembukaan loket khusus SPT kolektif di KPP atau KP2KP;
  3. layanan kolektif hanya diberikan kepada Wajib Pajak yang menyampaikan SPT tepat waktu;
  4. kepada Wajib Pajak yang menyampaikan SPT

Alur penyampaian SPT Tahunan

Alur penyampaian ini mulai berlaku untuk SPT Tahunan Tahun Pajak 2012 yang disampaikan pada tahun 2013. Mulai tahun 2013 terdapat beberapa perbedaan tahap penyampaian SPT dibanding tahun-tahun sebelumnya, antara lain SPT tidak perlu dimasukkan ke dalam amplop dan langsung diteliti oleh petugas. Apabila terdapat persyaratan formal yang belum dipenuhi, maka Wajib Pajak dapat langsung mengetahui dan melengkapi.


Apa sajakah persyaratan formal SPT Tahunan?
1.      SPT Tahunan Wajib Pajak Orang Pribadi

2.      SPT Tahunan Wajib Pajak Badan


  • NPWP, nama perusahaan/badan, dan alamat tercantum dengan lengkap dan jelas;
  • Tanda tangan direktur (atau pihak yang ditunjuk dengan surat kuasa khusus) dan stempel/cap perusahaan/badan pada SPT Induk;
  • SPT terisi dengan lengkap dan jelas (SPT Induk, Lampiran Umum dan Lampiran Khusus);
  • Melampirkan bukti pelunasan (SSP) apabila SPT berstatus KURANG BAYAR;
  • Menyertakan lampiran keterangan dan/atau dokumen yang disyaratkan (laporan keuangan, bukti potong, Daftar Nominatif Pengeluaran Biaya Promosi dan lain-lain);
  • Mengisi dengan lengkap dan melampirkan Daftar Pemegang Saham/Pemilik Modal dan Daftar Susunan Pengurus dan Komisaris;

3.      Wajib Pajak yang mengirimkan SPT Tahunan melalui Pos, Jasa Ekspedisi atau Jasa Kurir
Bagi Wajib Pajak yang mengirimkan SPT Tahunan melalui pos, jasa ekspedisi, atau kurir wajib mengisi dan menempelkan Lembar Informasi pada Amplop SPT Tahunan pada amplop yang berisi SPT Tahunan. Adapun Lembar Informasi Amplop SPT Tahunan dapat diperoleh di KPP, KP2KP, atau diunduh di www.pajak.go.id.

Panduan ini hanya bersifat informasi untuk memudahkan pemahaman masyarakat atas peraturan terkait.
Beberapa ketentuan dalam panduan ini dapat berubah mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Tahun pencetakan leaflet 2013.
Nomor: PJ.091/KUP/L/004/2013-00


sumber : www.pajak.go.id



Tidak ada komentar:

Posting Komentar