Kamis, 29 November 2012

Puisi : “Sungguh Hujan Merindumu”


“Sungguh Hujan Merindumu”
Oleh : Indah Permatasari


Dibalik jendela, hujan turun perlahan
Awan membentuk kerinduan
Dingin menusuk ingatan tentangnya
Aku tidak menjauh tetapi kau pergi
Pergi bersama air hujan yang mengalir itu
Wajah dan kenangan sudah biasa terlukis
Rasa sakit mengingatnya dengan jarak
Bagai kekurangan air
Kering dan tidak ada daya
Niat hati berteman baik
Bukankah kau pohon atau hujan itu
Namun ada cinta terselip
Daun tak kuasa mendengarnya
Aku tidak ingin berada pada tanda koma ini
Kau harus menghapusnya
Atau hujan dan kerinduan akan terus tertanam
Melekat kuat pada sanubari
Sungguh selalu merindumu
Dikala air turun dari langit ataupun dikala bulan bertahta

Puisi ini diikutsertakan dalam Giveaway Semua Tentang Puisi.

10 komentar:

  1. "Aku tidak ingin berada pada tanda koma ini"

    hmmm, pengen lanjut ya..

    BalasHapus
  2. sukses ya dengn GA nya,..hujan yg slalu mampu membangkitkan segala rasa :)

    BalasHapus
  3. good luck giveawaynya :)

    anyway, join my giveaway! :D
    win a gift voucher for free ❤
    and get all stuffs in indonesia in half price :)

    BalasHapus
  4. keren!... sendu dan manis kata-katanya.. :)

    BalasHapus
  5. hai makasih udah ikutan GA nya
    tunggu pengumumannya tanggal 1 Januari 2013 ya ;)

    BalasHapus
  6. Pergi bersama air hujan yang mengalir itu..

    menurutku kata "air" itu jangan di pake karna terlihat seperti pemborosan kata.

    salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih sudah berkunjung dan masukannya..
      sangat bermanfaat.. ^_^

      Hapus