Senin, 11 Juni 2012

Rasio Keuangan



PERHITUNGAN RASIO KEUANGAN
PADA PT MERCK TBK
PERIODE 31 DESEMBER 2010
(Dalam Ribuan Rupiah)

RASIO
METODE PERHITUNGAN
INTERPRETASI

1.  Liquidity Ratio
(Rasio Likuiditas)

a.  Current Ratio




Aktiva Lancar
Hutang Lancar

327.436.433    = 6,227 : 1
52.578.914

Atau                = 622,7%

Jika dibulatkan = 623%





Kemampuan perusahaan untuk membayar utang yang segera harus dipenuhi dengan aktiva lancar. Setiap utang lancar Rp1,- akan dijamin dengan aktiva lancar Rp6,227.-

b.  Cash Ratio

 Kas  +   Efek        
Hutang Lancar

107.898.659 + 0   = 2,05 : 1
52.578.914

Atau                      =  205%

Kemampuan perusahaan untuk membayar utang yang harus segera dipenuhi dengan kas yang tersedia dalam perusahaan dan efek yang segera dapat diuangkan. Setiap utang lancar Rp1,- akan dijamin dengan kas dan efek sebesar Rp2,05.

c.   Acit Test Ratio (Quick Ratio)

Aktiva Lancar – Persediaan
Hutang Lancar

Atau

Kas + Efek + Piutang
     Hutang Lancar

107.898.659+0+88.208.642
52.578.914

=  3,73 : 1    atau
=  373%





Kemampuan perusahaan untuk membayar utang yang harus segera dipenuhi dengan aktiva lancar yang lebih likuid ( quick assets). Setiap utang lancar Rp1,- dijamin dengan kas,efek dan piutang sebesar Rp3,73.-

d.  Working Capital to Total Assets Ratio

Aktiva Lancar – Utang Lancar
Jumlah Aktiva

= 327.436.433 - 52.578.914
434.768.493

=  0,63 : 1     atau
=  63%


Likuiditas dari total aktiva dan posisi modal kerja neto. Setiap Rp1,- modal kerja akan dijamin oleh total aktiva sebesar Rp0,63.-

2.  Ratio Leverage
(Rasio Solvabilitas)

a.  Total Debt to Equity Ratio

 


Utang Lncr+ Utang jngka pnjng
Jumlah Modal Sendiri
 

=  52.578.914 + 19.172.916
363.016.663

=  0,197 : 1   atau
=  19,7%





Bagian dari setiap rupiah modal sendiri menjadi jaminan keseluruhan utang. Setiap Rp1,- modal sendiri menjadi jaminan bagi Rp0,197.- dari keseluruhan utang.

b.  Total Debt to Total Capital Assets


Utang Lncr+ Utang jngka pnjng
Jumlah Aktiva

52.578.914 + 19.172.916
434.768.493

=  0,165 : 1    atau
=  16,5%

Beberapa bagian dari keseluruhan kebutuhan dana yang dibelanjai dengan utang, beberapa bagian dari aktiva yang digunakan untuk menjamin utang. Setiap Rp1,- total aktiva digunakan untuk menjamin Rp0,165.- utang.


c.   Long Term Debt to Equity Ratio

Utang jangka panjang
Modal Sendiri

=     19.172.916
       363.016.663

=   0,053 : 1    atau
=  5,3%


Bagian dari setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan jaminan untuk utang jangka panjang. Setiap Rp1,- modal sendiri digunakan untuk menjamin Rp 0,053.- utang jangka panjang.


d.  Tangible Assets Debt Coverage

Total Aktiva – Intangibles – Utang lancar
Utang jangka panjang


=  434.768.493 – 9.440.635
- 52.578.914
19.172.916

=  19,44 : 1    atau
=  1.944%


Besarnya aktiva tetap tangible yang digunakan untuk menjamin utang jangka panjang setiap

rupiahnya. Setiap rupiah utang jangka panjang dijamin oleh aktiva tangible sebesar Rp19,44.-


e.  Times Interest Earned  Ratio

EBIT
Bunga utang jngka panjang

159.831.671
     792.978

=  201,6 x


Besarnya keuntungan yang diperoleh  untuk menjamin, membayar bunga utang jangka panjang. Setiap Rp1,- bunga utang jangka panjang dijamin oleh keuntungan Rp201,6.-

3.  Activity Ratio
(Rasio Aktivitas)

a.  Total Assets Turnover




=  Penjualan neto
    Jumlah aktiva

795.688.800
    434.768.493

=  1,83 : 1  atau  1,83x







Kemampuan dana yang tertanam dalam keseluruhan aktiva berputar dalam suatu periode tertentu atau kemampuan modal yang diinvestasikan untuk dapat  menghasilkan revenue atau pendapatan. Setiap dana yang tertanam dalam keseluruhan aktiva, rata-rata dalam satu tahun berputar 1,83x. Atau setiap rupiah

keseluruhan aktiva, rata-rata dalam satu tahun dapat menghasilkan revenue sebesar Rp1,83.-


b.  Receivable Turnover

=   Penjualan kredit
     Piutang rata-rata

=      492.152.386
        131.344.902

=  3,7x    atau 4x


Kemampuan dana yang tertanam dalam piutang berputar dalam suatu periode tertentu. Dalam satu tahun rata-rata dana yang tertanam dalam piutang berputar sebanyak 3,7x.

c.   Average Collection Periode

Piutang rata-rata x 360
Penjualan kredit

=   131.344.902 x 360
492.152.386

       =  96 hari


Periode rata-rata untuk mengumpulkan piutang. Piutang dikumpulkan rata-rata setiap 96 hari sekali. Semakin kecil harinya maka semakin baik.


d.  Inventory Turnover

Harga pokok penjualan
Inventory rata-rata

353.716.514
    102.547.532

=  3,45 x


Kemampuan dana yang tertanam dalam inventory atau persediaan berputar dalam suatu periode tertentu, atau likuiditas dari inventory dan tendensi untuk adanya overstock. Dana yang tertanam dalam

inventory atau persediaan berputar rata-rata sebanyak 3,45x dalam setahun.


e.  Average day’s Inventory

Inventory rata-rata x 360
Harga pokok penjualan

102.547.532 x 360
       353.716.514

=  104,4 hari  atau  104 hari


Periode rata-rata dimana persediaan barang berada digudang inventory. Persediaan atau inventory berada digudang rata-rata selama 104 hari.

f.    Working Capital Turnover

Penjualan neto
Aktiva lancar – Utang lancar

=           795.688.800
    327.436.433 - 52.578.914

=  2,90 x


Kemampuan modal kerja (neto) berputar dalam suatu periode siklus kas (cash cycle) dari perusahaan. Dan dana yang tertanam dalam modal kerja berputar 2,90x dalam setahunnya.

4.  Profitability Ratio
(Rasio Profitabilitas)
a.  Gross Profit Margin



Penjualan Neto – HPP
     Penjualan Neto

= 795.688.800 – 353.716.514
           795.688.800

=  0,56   atau  56%



Laba bruto per rupiah penjualan menghasilkan laba bruto sebesar Rp0,56.-

b.  Operating Income Ratio (Operating Profit Margin)

Penjualan Neto – HPP – Biaya penjualan & adm.umum
          Penjualan Neto

= 795.688.800 – 353.716.514 – 288.231.987
795.688.800

= 0,193    atau  19,3%


Laba operasi sebelum bunga dan pajak yang dihasilkan oleh setiap rupiah penjualan. Setiap rupiah penjualan menghasilkan laba operasi sebesar Rp0,193.-


c.   Operating Ratio

HPP –   Biaya adm.umum & biaya penjualan
Penjualan Neto

353.716.514 – 288.231.987
795.688.800

= 0,0822  atau  8,22%


Biaya operasi per rupiah penjualan. Setiap rupiah penjualan mempunyai biaya operasi 8,22%. Semakin besar rasio ini maka semakin buruk.

d.  Net Profit Margin

Laba setelah Pajak
Penjualan Neto

=     118.794.278
       795.688.800

= 0,15   atau  15%


Keuntungan neto per rupiah penjualan. Setiap rupiah penjualan menghasilkan keuntungan neto sebesar Rp0,15.-

e.  Earning Power of Total Invesment

(Rate of Return on Invesment/ ROI)

EBIT
Jumlah Aktiva

159.831.671
    434.768.493

=  0,3676   atau  36,76%

Atau Operating profit margin x Total assets turnover
= 19,3%  x  1,83
= 35,5%


Kemampuan dari modal yang diinvestasikan dalam

keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan bagi semua investor (pemegang obligasi dan  saham). Setiap satu rupiah modal yang diinvestasikan menghasilkan keuntungan sebesar Rp0,36.- atau Rp0,37 untuk semua investor.

f.    Net Earning Power Ratio

Laba setelah Pajak
Jumlah Aktiva

118.794.278
    434.768.493

=  27%


Kemampuan dari modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan neto. Setiap satu rupiah yang diinvestasikan untuk menghasilkan keuntungan berasal dari Rp0,27.- aktiva.


g.  Rate of Return for the Owners

Laba setelah Pajak
Jumlah Modal Sendiri

=   118.794.278
     363.016.663

= 32,7%


Kemampuan dari modal sendiri untuk menghasilkan keuntungan bagi pemegang saham preferen dan saham biasa. Setiap rupiah modal sendiri untuk menghasilkan keuntungan neto Rp0,327.- yang tersedia bagi pemegang saham preferen dan saham biasa.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar